Berita Terbaru Seputar Wisata dan Travel serta Tourism di Indonesia

loading...
Sunday, December 4, 2016

Jalan Terjal Wisata Halal | Investor

Oleh Ribut Lupiyanto *)

Sejak tanggal 17 Oktober hingga 25 November 2016 lalu berlangsung World Halal Tourism Award (WHTA) 2016. Pemenang WHTA 2016 akan diumumkan tanggal 7 Desember di Abu Dhabi. WHTA adalah ajang penghargaan untuk pariwisata halal di dunia.

Tahun ini sebanyak 12 perwakilan Indonesia maju dalam ajang kompetisi pariwisata halal skala global tersebut. Perwakilan terdiri atas sepuluh pemenang Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional 2016 ditambah dua calon yang mendaftarkan langsung ke panitia WHTA 2016.

Masyarakat dunia bisa ikut memilih calon-calon pemenang WHTA 2016 melalui website halaltourism.id. Capaian prestasi dapat menjadi modal akselerasi pengembangan wisata halal Indonesia. Kondisi ini tentunya juga akan mendukung target pariwisata dan menyumbang perbaikan perekonomian nasional.

Potensi dan Permasalahan
Indonesia sangat potensial menjadi destinasi wisata halal paling unggul di dunia. Indonesia memiliki keragaman destinasi dan kekayaan budaya Nusantara. Hal tersebut merupakan modal utama yang tidak dimiliki negara lain. Dukungan juga datang dari tingginya kesadaran masyarakat dan industri pariwisata nasional terhadap perlunya pariwisata ramah wisatawan muslim atau muslim friendly tourism (Yahya, 2016).

Kementerian Pariwisata telah menargetkan Indonesia menjadi destinasi pariwisata halal nomor satu dunia pada 2019. Wisata halal menjadi fokus Indonesia karena memenuhi syarat 3S (size, sustainable, spread). Partisipasi para pemangku kepentingan wisata halal tergolong tinggi dan semakin naik.

Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H) melaporkan bahwa penyelenggaraan KPHN 2016 yang baru pertama kali tersebut mendapat sambutan yang tinggi dari masyarakat. Jumlah peserta KPHN 2016 ditargetkan hanya 100 peserta, namun pendaftarnya mencapai 117 dan ditetapkan sebanyak 111 nominator. Perserta voting terbuka melalui website www. halaltourism.id atau tautan http://www. mlife.id dan http://svy.mk/2bZnYK2 yang semula ditargetkan 50 ribu, hingga akhir voting sebanyak 115.462 votter.

Kompetisi pariwisata halal nasional akan diselenggarakan setiap tahun. Harapannya dapat memacu laju pertumbuhan dan perkembangan pariwisata halal di Indonesia serta mewujudkan target 20 juta wisman pada 2019. Pengembangan wisata halal di Indonesia tergolong terlambat dan kalah jika dibandingkan misalnya Malaysia. Sucipto (2014) mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi Indonesia.

Pertama, masih adanya ketakutan di sebagian pelaku industri di Indonesia yang pencantuman label halal. Kedua, belum adanya regulasi dalam bentuk perundangundangan. Ketiga, belum siapnya SDM dalam bidang wisata halal. Keempat, lemahnya sosialisasi tentang wisata syariah di Indonesia berakibat kurangnya masyarakat luas mengenal produk-produk dalam wisata halal.

Kementerian Pariwisata (2016) menyadari masih adanya permasalahan internal dalam mengembangkan wisata halal. Pertama adalah soal kurang diliriknya potensi wisata halal untuk pasar traveler Muslim. Kedua adalah soal tiga kriteria penilaian yang kurang disadari oleh para pelaku usaha pariwisata. Ketiga kriteria itu antara lain, menghadirkan destinasi, fasilitas, serta marketing dan awareness yang terbaik bagi traveler Muslim yang berwisata ke Indonesia.

Strategi Optimalisasi
Evaluasi atas potensi dan permasalahan di atas dapat menjadi bahan untuk optimalisasi musim mudik yang akan datang. Optimalisasi dapat dilakukan dengan menangkap potensi dan meminimalisasi permasalahan di atas. Beberapa upaya penting diperhatikan mulai dari level individu, kalangan usaha, hingga pemerintah.

Pertama, melalui aplikasi spiritualisme ekonomi. Layanan destinasi wisata halal dapat didorong untuk tujuan spiritual yaitu mendapatkan berkah ekonomi. Halal berkorelasi dengan pahala bagi muslim. Pelaku wisata, baik penyedia maupun wisatawan muslim, akan memengaruhi lonjakan wisata halal melalui pendekatan teologi.

Kedua melalui standarisasi layanan berskala internasional. Meskipun Indonesia mayoritas berpenduduk muslim, namun standar yang diakui dengan sertifikasi dibutuhkan sebagai jaminan wisatawan mancanegara. Selama ini banyak anggapan bahwa penjual barang atau makanan atau penyedia jasa muslim pasti produknya dijamin halal.

Pemerintah, MUI, dan kalangan usaha penting bersinergi mengoptimalkan pencapaian standar tersebut. Ketiga, memaksimalkan implementasi prinsip berdikari dan minimalisasi impor. Impor masih dianggap sebagai solusi instan dan diandalkan guna meredam lonjakan harga di pasaran. Padahal, impor justru berpotensi kontra produktif. Impor akan mengurangi hingga membunuh peluang ekonomi produsen lokal, misalnya petani. Kenaikan harga yang klasik penting diantisipasi sejak jauh hari. Penegakan hukum bagi spekulan mesti dilakukan.

Keempat, mengutamakan produk rakyat dan UMKM. Wisata halal tidak semestinya hanya dinikmati oleh investor atau pengusaha besar. Rakyat dan pelaku mikro mesti turut merasakan manfaatnya. Harapannya akan terdorong efek partisipasi guna perbaikan layanan wisata halal.

Kelima dengan optimalisasi pemberdayaan menggunakan ziswaf. Ziswaf dapat menjadi solusi pengentasan kemiskinan dan pengembangan ekonomi melalui konsep pemberdayaan. Sasarannya adalah pelaku ekonomi mikro dan kecil yang mendukung wisata halal. Sedangkan donasi dapat berasal dari pelaku wisata berskala menengah hingga besar. Jika usaha kecil berkembang, maka ke depan akan berbalik menjadi penyumbang donasi.

Konsep ini akan menjadi penjamin keberlanjutan pengembangan wisata halal. Khasanah budaya Islam di Nusantara dengan segala produknya menjadi modal besar bagi pengembangan wisata halal. Kunci selanjutnya terletak pada penguatan kualitas pelaku dan layanannya. Semua ini menjadi pembuka jalan Indonesia menuju pusat wisata halal tingkat global.

*) Ribut Lupiyanto, Peneliti di UII-Yogyakarta; Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)

Investor DailyInvestor Daily>

Ribut Lupiyanto/GOR

Investor Daily

"

| Jalan | Terjal | Wisata | Halal | Investor | Oleh | Ribut | Lupiyanto< | strong> | p> Sejak | tanggal | Oktober | November | 2016 | berlangsung | World | Tourism | Award | (WHTA) | Pemenang | WHTA | diumumkan | Desember | Dhabi | adalah | ajang | penghargaan | untuk | pariwisata | halal | dunia | p> Tahun | sebanyak | perwakilan | Indonesia | maju | dalam | kompetisi | skala | global | tersebut | Perwakilan | terdiri | atas | sepuluh | pemenang | Kompetisi | Pariwisata | Tingkat | Nasional | ditambah | calon | yang | mendaftarkan | langsung | panitia | p> Masyarakat | ikut | memilih | website | halaltourism | Capaian | prestasi | dapat | menjadi | modal | akselerasi | pengembangan | wisata | Kondisi | tentunya | juga | mendukung | target | menyumbang | perbaikan | perekonomian | nasional | p> Potensi | Permasalahan< | strong>Indonesia | sangat | potensial | destinasi | paling | unggul | memiliki | keragaman | kekayaan | budaya | Nusantara | merup | utama | dimiliki | negara | lain | Dukungan | datang | tingginya | kesadaran | masyarakat | industri | terhadap | perlunya | ramah | wisatawan | muslim | atau | friendly | tourism< | (Yahya | 2016) | p> Kementerian | telah | menargetkan | nomor | satu | pada | 2019 | fokus | karena | memenuhi | syarat | (size | sustainable | spread< | em>) | Partisipasi | para | pemangku | kepentingan | tergolong | tinggi | semakin | naik | p> Tim | Percepatan | Pengembangan | (TP3H) | melaporkan | bahwa | penyelenggaraan | KPHN | baru | pertama | kali | mendapat | sambutan | Jumlah | peserta | ditargetkan | hanya | pendaftarnya | mencapai | ditetapkan | nominator | Perserta | voting | terbuka | tautan | http: | mlife | 2bZnYK2 | semula | ribu | akhir | votter | p> Kompetisi | diselenggar | setiap | tahun | Harapannya | memacu | laju | pertumbuhan | perkembangan | serta | mewujudkan | juta | wisman | terlambat | kalah | jika | dibandingkan | misalnya | Malaysia | Sucipto | (2014) | mengungkapkan | beberapa | tantangan | dihadapi | p> Pertama | masih | adanya | ketakutan | sebagian | pelaku | pencantuman | label | Kedua | regulasi | bentuk | perundangundangan | Ketiga | siapnya | bidang | Keempat | lemahnya | sosialisasi | tentang | syariah | kurangnya | luas | mengenal | produk | (2016) | menya | permasalahan | internal | mengembangkan | Pertama | soal | kurang | diliriknya | potensi | pasar | traveler | Muslim | tiga | kriteria | penilaian | disa | oleh | usaha | antara | menghadirkan | fasilitas | marketing | awareness | terbaik | bagi | berwisata | p> Strategi | Optimalisasi< | strong>Evaluasi | bahan | optimalisasi | musim | mudik | Optimalisasi | dilakukan | dengan | menangkap | meminimalisasi | Beberapa | upaya | penting | diperhatikan | mulai | level | individu | kalangan | pemerintah | aplikasi | spiritualisme | ekonomi | Layanan | didorong | tujuan | spiritual | yaitu | mendapatkan | berkah | berkorelasi | pahala | Pelaku | baik | penyedia | maupun | memengaruhi | lonj | pendekatan | teologi | p> Kedua | stansasi | layanan | berskala | internasional | Meskipun | mayoritas | berpenduduk | standar | diakui | sertifikasi | dibutuhkan | sebagai | jaminan | mancanegara | Selama | banyak | anggapan | penjual | barang | jasa | pasti | produknya | dijamin | p> Pemerintah | bersinergi | mengoptimalkan | pencapaian | memaksimalkan | implementasi | prinsip | berdikari | minimalisasi | impor | Impor | dianggap | solusi | instan | diandalkan | guna | meredam | harga | pasaran | Padahal | justru | berpotensi | kontra | produktif | mengurangi | membunuh | peluang | produsen | lokal | petani | Kenaikan | klasik | diantisipasi | sejak | jauh | hari | Peneg | hukum | spekulan | mesti | p> Keempat | mengutam | rakyat | UMKM | semestinya | dinikmati | investor | pengusaha | besar | Rakyat | mikro | turut | meras | manfaatnya | terdorong | efek | partisipasi | p> Kelima | pemberdayaan | menggun | ziswaf | Ziswaf | pengentasan | kemiskinan | konsep | Sasarannya | kecil | Sedangkan | donasi | berasal | menengah | Jika | berkembang | maka | depan | berbalik | penyumbang | p> Konsep | penjamin | keberlanjutan | Khasanah | Islam | segala | Kunci | selanjutnya | terletak | penguatan | kualitas | layanannya | Semua | pembuka | jalan | menuju | pusat | tingkat | p> *) | Peneliti | Yogyakarta; | Deputi | Direktur | PubliCA | (Center | Public | Capacity | Acceleration< | em>)< | p> < | p> Ribut | Lupiyanto | GOR< | p> Investor | Daily< | p> |

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Jalan Terjal Wisata Halal | Investor

0 comments:

Post a Comment